Model Adaptif Respons Cepat Krisis Deepfake: Kolaborasi Pemerintah–Media Dalam Menghadapi Dampak Perkembangan Kecerdasan Buatan.
Keywords:
Deepfake, kecerdasan buatan, model adaptif.Abstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah memunculkan fenomena deepfake yang mampu memanipulasi informasi secara realistis dan masif, sehingga menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap media dan institusi pemerintah. Kondisi ini menuntut adanya model respons cepat yang adaptif dan kolaboratif agar penyebaran disinformasi dapat diminimalkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis model adaptif respons cepat terhadap krisis deepfake melalui kolaborasi antara pemerintah dan media sebagai strategi mitigasi dampak negatif perkembangan kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi dan pendekatan aplikatif, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pengalaman dan persepsi aktor kelembagaan dalam menghadapi krisis informasi digital. Populasi penelitian mencakup pejabat pemerintah di bidang komunikasi publik, jurnalis dan redaktur media nasional, serta akademisi yang memahami isu etika kecerdasan buatan. Sebanyak 80 responden dipilih dengan teknik purposive sampling, berdasarkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan informasi publik, kebijakan digital, dan produksi konten media. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah–media masih bersifat parsial, dengan keterlambatan koordinasi dan kurangnya prosedur standar dalam merespons deepfake. Model adaptif yang dihasilkan menekankan tiga elemen utama: kecepatan respons lintas lembaga, transparansi komunikasi publik, dan pembaruan kebijakan berbasis evaluasi berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi pemerintah dan media merupakan kunci utama dalam membangun ketahanan informasi publik. Implikasinya, model ini dapat dijadikan kerangka operasional dalam penguatan tata kelola komunikasi krisis digital di era kecerdasan buatan
Downloads
References
Ahmed, S., Masood, M., Wei, A., Bee, T., & Ichikawa, K. (2023). False failures, real distrust : the impact of an infrastructure failure deepfake on government trust.
Boediman, E. P. (2025). Exploring the impact of deepfake technology on public trust and media manipulation : A scoping review. Mengeksplorasi dampak teknologi deepfake terhadap kepercayaan publik dan manipulasi media : Tinjauan lingkup. Exploring the impact of deepfake technology. 19. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol19.iss2.art8
Chaffin, B. C., Gosnell, H., & Cosens, B. (2014). A decade of adaptive governance scholarship : Synthesis and future directions A decade of adaptive governance scholarship : synthesis and future directions. October 2015. https://doi.org/10.5751/ES-06824-190356
Cooke, D., Edwards, A., Day, A., Nair, D., Barkoff, S., & Kell, K. (2024). Crossing the Deepfake Rubicon: The Maturing Synthetic Media Threat Landscape.
Coombs, W. T. (2014). Management Communication Quarterly. April. https://doi.org/10.1177/089331802237233
Frank, & dkk. (2023). A Representative Study on Human Detection of Artificially Generated Media Across Countries. ArXiv Preprint.
Pawelec, M. (2022). Deepfakes and Democracy ( Theory): How Synthetic Audio-Visual Media for Disinformation and Hate Speech Threaten Core Democratic Functions. In Digital Society. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/s44206-022-00010-6
Romanishyn, A., Malytska, O., & Goncharuk, V. (2025). AI-driven disinformation : policy recommendations for democratic resilience. 31(July), 1–21. https://doi.org/10.3389/frai.2025.1569115
Samoilenko, S. A., & Suvorova, I. I. (2025). Deepfakes in Subversive Strategic Communication : Challenges and Responses. September. https://doi.org/10.1002/9781394275434.ch11
Wasi, A. T., Priti, R. N., Khan, M. A., Rahman, A., & Islam, M. R. (2025). Seeing Isn’t Believing : Addressing the Societal Impact of Deepfakes in Low-Tech Environments. In Proceedings of the 2nd International Workshop on Diffusion of Harmful Content on Online Web (DHOW ’25), October 27â•fi31, 2025, Dublin, Ireland (Vol. 1, Issue 1). arXiv. https://doi.org/10.1145/XXXXXX.XXXXXX